banner 728x250

5 Pesepak Bola Muda Sangihe Siap Tempa Diri di Diklat Cirebon United

banner 120x600
banner 468x60

SANGIHE, Elnusanews — Sebanyak lima pesepak bola muda berbakat asal Kabupaten Kepulauan Sangihe bersiap melebarkan sayap ke kancah nasional. Mereka dijadwalkan bertolak untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Sekolah Sepakbola (SSB) Cirebon United, Jawa Barat.

Kelimanya merupakan talenta pilihan yang diproyeksikan menjadi pilar masa depan sepak bola daerah. Kelima pemain tersebut adalah:

banner 325x300

1. Vanio Richterson Caesaritho Johanis

2. Liem Steve Ogelang

3. Kenzhi Angelo Hirano Jangkobus

4. Novelio Izaak Taunaumang

5. Ainudin Makapia

Pelatih sepak bola Sangihe, Dedi Mandalika, mengonfirmasi kabar tersebut. Melalui keterangan tertulis via pesan WhatsApp,Rabu (7/10/2026), Dedi menjelaskan bahwa para pemain ini tidak hanya sekadar bergabung, tetapi beberapa di antaranya berhasil memikat manajemen lewat jalur beasiswa prestasi.

“Khusus untuk Ainudin Makapia, ia berhasil mendapatkan beasiswa penuh atau 100 persen. Artinya, Ainudin dibebaskan secara total dari seluruh biaya pendaftaran hingga biaya iuran bulanan,” ujar Dedi.

Sementara itu, empat pemain lainnya yakni Vanio Richterson Caesaritho Johanis ,Liem Steve Ogelang, Novelio Izaak Taunaumang,dan Kenzhi Angelo Hirano Jangkobus berhak atas beasiswa potongan biaya sebesar 50 persen. Dari biaya pendaftaran reguler sebesar Rp10 juta, mereka hanya perlu membayar Rp3,5 juta.

“Keempat pemain, biaya pendaftaran yang dibayarkan sebesar Rp3,5 juta. Biaya tersebut sudah mencakup fasilitas berupa jersey latihan, seragam sekolah formal, dan gratis iuran untuk bulan pertama,” tambahnya.

Adanya subsidi beasiswa ini juga memotong biaya iuran bulanan secara signifikan. Biaya reguler yang sedianya sebesar Rp2,5 juta per bulan, kini dipotong menjadi Rp1,25 juta saja. Nilai tersebut dipastikan sudah mengakomodasi fasilitas lengkap para pemain selama berada di mes, meliputi asrama, layanan makan dan sarapan pagi, serta fasilitas laundry.

Di Cirebon United, kelima pemuda Sangihe ini tidak akan berjuang sendirian. Mereka bakal menyusul kompatriotnya, Aditya Tulumang, pesepak bola muda asal Sangihe yang sudah lebih dahulu menimba ilmu dan bergabung di lembaga diklat tersebut.

Dedi menegaskan, meski fokus menempa karier dan fisik di atas lapangan hijau, aspek akademis anak-anak asuhnya tidak akan ditelantarkan. Manajemen memastikan pendidikan formal mereka tetap berjalan beriringan dengan program latihan sepak bola.

Kepindahan kelima pemain ini ke Jawa Barat dipastikan tidak akan memutus ikatan mereka dengan tanah kelahiran. Pihak Cirebon United berkomitmen penuh untuk memberikan kelonggaran penuh apabila talenta-talenta ini dipanggil pulang guna membela nama Kabupaten Kepulauan Sangihe di ajang regional.

“Pihak Cirebon United siap memfasilitasi dan mengizinkan anak-anak ini kembali ke daerah kapan saja jika mendapat panggilan tugas daerah, seperti berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),” kata Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan bahwa manajemen Cirebon United telah menjalin komunikasi awal dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sangihe. Dalam pembicaraan tersebut, Cirebon United membuka pintu selebar-lebarnya sebagai pusat penampungan dan pemusatan latihan terpadu apabila pemda ingin mengirimkan skuad resmi guna persiapan Porprov maupun turnamen nasional lainnya.

Langkah ini diharapkan menjadi pemantik kebangkitan sepak bola di wilayah perbatasan utara Indonesia, sekaligus mencetak generasi emas sepak bola Sangihe yang mampu bersaing di level tertinggi liga nasional.

(OpMud)

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *