banner 728x250

Bupati Sangihe Warning Oknum Jual Nama Dirinya dan Intimidasi Warga di Pilkades Serentak 2026

banner 120x600
banner 468x60

SANGIHE,Elnusanews — Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., mengeluarkan peringatan keras terhadap oknum-oknum yang mencoba memanipulasi dukungan dengan menjual nama dirinya maupun mengintimidasi masyarakat menjelang Pemilihan Kapitalaung (Pilkades) Serentak Tahun 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati dalam sambutannya pada acara Deklarasi Kampanye Pemilihan Kapitalaung Damai Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Selasa (6/10/2026).

banner 325x300

“Saya menyampaikan perihal adanya oknum yang mengatasnamakan Pemerintah Daerah untuk mengarahkan dukungan pemilih ataupun melakukan intimidasi. Silakan laporkan kepada MTK, Camat, atau langsung ke Panitia Kabupaten,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, Pemerintah Daerah berkomitmen menjaga iklim demokrasi yang jujur, adil, dan transparan di seluruh kampung. Ia meminta para Penjabat (Pj) Kapitalaung dan aparatur pemerintah untuk tidak memihak apalagi menjadi batu sandungan bagi para calon.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Michael Thungari juga menjamin kenyamanan seluruh peserta pemilihan, termasuk calon petahana (incumbent). Pemerintah Daerah bersama instansi terkait tidak akan mencampuri atau melakukan intervensi pemeriksaan laporan keuangan/pertanggungjawaban selama proses pemilihan berlangsung.

“Kami menjamin para calon Kapitalaung, meskipun yang periode lama, tetap dapat berkampanye dengan aman dan nyaman tanpa intervensi dari Inspektorat, Kepolisian, maupun Kejaksaan hingga seluruh proses pemilihan selesai,” terangnya.

Mengingat waktu pelaksanaan pemungutan suara tersisa 15 hari lagi (H-15), Bupati mengimbau para kandidat untuk menjaga tutur kata dan tidak mengobral janji manis yang sulit dipenuhi.

“Pesan saya dari sekarang, jangan terlalu banyak berjanji. Jangan terlalu besar berjanji, karena pengelolaan Dana Desa saat ini memiliki tantangan tersendiri. Fokuslah menyampaikan keunggulan gagasan masing-masing tanpa harus saling menjatuhkan,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dari para peserta, mengingat terdapat 304 calon yang memperebutkan posisi di 117 kampung.

“Artinya peluang terpilih sekitar 30 persen. Penting untuk menyiapkan mental yang siap kalah, bukan hanya siap menang. Jangan sampai perselisihan politik merusak kerukunan warga, persekutuan di rumah ibadah, maupun keharmonisan bermasyarakat setelah pemilihan usai,” imbaunya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Panitia Kabupaten, Athia Kirana Taidi, S.STP., dalam laporan resminya menjelaskan bahwa pelaksanaan Deklarasi Kampanye Damai ini merupakan inisiatif Panitia Kabupaten guna membangun komitmen persatuan di tengah perbedaan pilihan.

Dalam kesempatan itu, Athia menguraikan gambaran umum serta progres kesiapan teknis Pemilihan Kapitalaung Serentak 2026. Pesta demokrasi tingkat desa ini tercatat akan digelar di 117 kampung yang tersebar di 12 kecamatan, dengan total Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 65.103 pemilih yang tersebar di 117 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Terkait peta sebaran kompetisi, Athia merincikan dari total 304 calon, terdapat 13 kampung yang diikuti oleh calon tunggal, 49 kampung dengan 2 calon, 32 kampung dengan 3 calon, 18 kampung dengan 4 calon, dan 5 kampung yang persaingannya paling ketat dengan 5 calon.

Adapun hari pemungutan suara dijadwalkan jatuh pada Rabu, 21 Oktober 2026. Saat ini, tahapan telah memasuki proses krusial pengiriman logistik.

“Tahapan distribusi logistik berlangsung dari tanggal 5 hingga 16 Oktober 2026. Kami memberikan prioritas pengiriman ke wilayah kepulauan terluar, seperti Kecamatan Marore dan sebagian Kecamatan Kendahe melalui Pelabuhan Peta,” jelas Athia.

Athia menambahkan, agenda deklarasi ini memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi kesuksesan pemilu bersih di tingkat desa.

“Deklarasi ini menjadi nilai strategis untuk mencegah terjadinya politik uang, penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, serta provokasi. Kami berkomitmen menyelenggarakan seluruh proses ini secara profesional dan akuntabel,” kata Athia.

Terkait operasional panitia di tingkat kampung, Bupati Michael Thungari turut memastikan bahwa Pemda Sangihe melalui Dinas PMD menjamin pencairan anggaran operasional dari APBKam serta realisasi honorarium panitia setelah tahapan pemungutan suara selesai dilaksanakan.

Acara deklarasi diakhiri dengan penandatanganan komitmen kampanye damai oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, unsur Forkopimda, Panitia Kabupaten, serta diikuti oleh 304 calon Kapitalaung.

(OpMud)

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *