SANGIHE, Elnusanews – Sikap Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Komunikasi dan Informatika (PSDKI) Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Sangihe, Raymond Saselah, menuai sorotan tajam dari kalangan pers. Tindakannya yang dinilai menutup diri dari konfirmasi media memicu desakan agar pimpinan daerah segera melakukan evaluasi jabatan.
Sorotan ini bermula ketika salah satu awak media mempertanyakan transparansi sisa anggaran jasa advetorial media di grup WhatsApp Mitra Kominfo Media 2026. Bukannya memberikan penjelasan faktual, Raymond Saselah justru diduga mengabaikan pertanyaan tersebut. Tak lama berselang, oknum wartawan yang mempertanyakan kejelasan anggaran tersebut justru dikeluarkan dari grup koordinasi tersebut.
Ketua DPC Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Sangihe, Johan Lukas, sangat menyayangkan tindakan yang dinilai represif tersebut. Menurutnya, respons yang ditunjukkan oleh seorang pejabat publik sangat bertentangan dengan asas keterbukaan informasi.
“Sudah saatnya pimpinan daerah melakukan evaluasi terhadap sikap, tindakan, dan kinerja pejabat tersebut. Kabid di Dinas Kominfo yang notabene adalah instansi pemberi informasi, namun justru terkesan menutup informasi. Ini harus menjadi catatan evaluasi, tidak ada faedahnya mempertahankan pejabat dengan model pelayanan seperti ini,” ujar Johan Lukas kepada media, Senin (21/9/2026).
Johan menegaskan bahwa anggaran publik, termasuk dana advetorial untuk media, bukanlah konsumsi internal yang harus dirahasiakan dari publik maupun pelaku pers itu sendiri. Tindakan bungkam dan membatasi komunikasi justru dinilai memicu kecurigaan publik.
“Sikap dan tindakan yang bersangkutan jelas bertentangan dengan semangat transparansi anggaran. Jika pertanyaan soal sisa anggaran di dinas tidak dijawab dan dialihkan ke topik lain, what happen (ada apa)?” pungkas Johan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang PSDKI Dinas Kominfo Sangihe, Raymond Saselah, belum memberikan keterangan resmi atau konfirmasi terkait alasan pengeluaran wartawan dari grup koordinasi WhatsApp tersebut serta kejelasan anggaran yang dipertanyakan.
(OpMud)


















