SANGIHE, Elnusanews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe bergerak cepat menangani musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Awu. Guna mempercepat penanganan di lapangan, Pemkab Sangihe mengucurkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) dari APBD langsung ke posko-posko relawan.
Langkah taktis ini dipantau langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari. Keduanya memboyong para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung menyambangi posko-posko relawan di kampung-kampung yang berada di wilayah Kecamatan Tabukan Utara dan Kecamatan Kendahe.
Saat diwawancarai di Posko Utama Karhutla Kecamatan Kendahe, Senin (14/9/2026), Bupati Michael Thungari membeberkan bahwa luasan lahan yang terdampak kebakaran hingga saat ini telah mencapai hampir 600 hektar. Meski demikian, ia memastikan situasi di lapangan masih dapat dikendalikan dengan baik.
“Sampai sekarang kira-kira hampir 600 hektar yang sudah terbakar. Namun, kami pastikan bahwa kebakaran hutan dan lahan ini masih dapat kita kontrol. Artinya, hari ini kita padamkan dua-tiga titik, besoknya muncul dua-tiga titik lagi dan langsung ditangani. Paling tidak, ini bisa kita kendalikan sebelum api merembet ke perkebunan warga,” ujar Bupati.
Untuk mengoptimalkan pergerakan tim di lapangan, Pemkab Sangihe mengubah skema pemberian bantuan. Anggaran BTT dari APBD kali ini dikucurkan dalam bentuk uang tunai (cash) kepada tiga kecamatan yang bersinggungan langsung dengan lokasi kebakaran.
Bupati menjelaskan, skema ini dipilih agar pemenuhan kebutuhan logistik di lapangan bisa berjalan lebih cepat tanpa birokrasi yang berbelit-belit.
“Kita serahkan bantuan dalam bentuk uang tunai. Selama ini, biasanya kita dari atas yang membelikan keperluan mereka. Sekarang dibalik, kita kasih uang tunai agar mereka bisa membelanjakan sendiri kebutuhan riil di lapangan, seperti pertalite dan solar untuk angkut bahan baku, ikan segar untuk konsumsi, serta kebutuhan lainnya,” jelas Bupati.
Penggunaan anggaran ini nantinya dikoordinasikan oleh pihak pemerintah kecamatan bersama Polsek, Danramil, dan relawan. Setelah dibelanjakan, mereka diwajibkan menyusun laporan pertanggungjawaban agar anggaran bisa kembali ditambahkan. Menurutnya, cara ini jauh lebih efektif dan efisien.
Di tengah ujian bencana ini, Bupati mengaku sangat bersyukur melihat soliditas yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat Sangihe. Sesuai dengan filosofi Ora et Labora (berdoa dan bekerja), penanganan karhutla ini menyatukan aksi nyata di lapangan dan dukungan spiritual.
“Terima kasih buat seluruh pemerintah kecamatan, kampung, relawan, komunitas, dan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sudah membantu. Ini yang membuat kami tetap semangat. Tim bekerja keras di lapangan, sementara tokoh masyarakat, tokoh agama, dan rohaniawan terus berdoa. Kekuatan kita sampai sekarang adalah masyarakat tetap bersatu,” ungkapnya.
Terkait dukungan dari luar daerah, Bupati menyatakan bahwa koordinasi dengan pemerintah tingkat atas berjalan intensif. Pemkab Sangihe telah menerima gelontoran bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
“Bantuan dari pemerintah provinsi sudah ada dan sudah kami terima. Bentuknya berupa sembako, kebutuhan pokok, hingga alat water jet sprayer untuk memberantas api. Kami juga senantiasa berkomunikasi dengan Bapak Gubernur. Sampai sekarang, kami laporkan bahwa kebakaran ini masih bisa kita tangani sendiri sambil menunggu perkembangan laporan lebih lanjut,” pungkasnya.
(OpMud)
