banner 728x250

Progres Lampaui Target, Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna Capai 63 Persen

banner 120x600
banner 468x60

SANGIHE , Elnusanews – Proyek rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Laut Tahuna menunjukkan tren positif. Hingga akhir Juli 2026, realisasi fisik pengerjaan di lapangan tercatat telah mencapai 63 persen, melampaui target perencanaan awal yang dipatok sebesar 50 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen, mengungkapkan bahwa percepatan ini terjadi berkat optimalisasi kinerja pihak pelaksana di lapangan. Kendati berjalan lebih cepat, ia memastikan seluruh proses tetap mengacu pada standarisasi baku.

banner 325x300

“Semua berjalan melebihi target dari waktu yang telah direncanakan. Perencanaan kami sebenarnya baru di posisi 50 persen, tetapi pihak pelaksana sudah berhasil mencapai di atas 63 persen. Seluruh progres ini berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan,” ujar Meifrid saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).

Tidak hanya di Tahuna, Meifrid menambahkan bahwa proyek serupa untuk fasilitas Pelabuhan Matutuang juga menunjukkan deviasi positif, di mana progresnya kini sudah berada di atas angka 43 persen.

Proyek bertajuk Replacement Fasilitas Pelabuhan Laut Tahuna ini didanai melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Perhubungan dengan nilai kontrak sebesar Rp89.715.298.000. Penggarapan proyek dipercayakan kepada kontraktor pelaksana PT Pilar Dasar Membangun dengan supervisi dari PT Mitra Reka Nusa selaku konsultan pengawas, dalam masa kerja 295 hari kalender sejak 12 Maret 2026.

Untuk Pelabuhan Laut Tahuna, fokus rehabilitasi tahun ini meliputi penguatan struktur dermaga khususnya pada segmen 1 hingga 4. Selain itu, pekerja juga tengah merampungkan pembangunan trestel 1 yang nantinya dilengkapi dengan fasilitas kanopi, serta pembenahan menyeluruh pada area lahan penumpukan dan lapangan parkir.

Menanggapi keluhan atau aspirasi masyarakat di media sosial terkait kondisi lapangan parkir dan area penumpukan yang belum rapi, Meifrid meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap memberikan dukungan.

“Saat ini masih dalam tahap progres pengerjaan, jadi bukan berarti tidak dilaksanakan. Kami mengikuti jadwal dan tahapan yang telah ditentukan. Kami pastikan pada tanggal 31 Desember 2026, seluruh fasilitas tersebut sudah selesai dan bisa dipergunakan kembali oleh masyarakat,” tegasnya.

Terkait isu pelayanan kapal yang sempat ramai diperbincangkan warga net, Meifrid memberikan klarifikasi terkait adanya penyesuaian operasional di area pelabuhan. Ia menjelaskan bahwa rehabilitasi struktur dermaga berdampak pada penyempitan volume dan kapasitas tambat kapal secara temporer.

Kondisi ini krusial saat kapal Tol Laut (seperti KM Sabuk Nusantara atau Logistik Nusantara 06) bersandar. Akibat ruang dermaga yang terbatas, Pelabuhan Tahuna tidak mampu menampung seluruh aktivitas bongkar muat dan pelayanan kapal secara bersamaan.

Sebagai solusinya, pihak KUPP memberlakukan kebijakan pengalihan sementara aktivitas kepelabuhanan ke Pelabuhan Petta secara berkala.

“Pengalihan jadwal ini terjadi setiap rentang waktu sekitar 20 hari, menyesuaikan dengan jadwal kedatangan kapal Tol Laut. Untuk periode terdekat, pengalihan aktivitas ke Pelabuhan Petta dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus hingga 18 Agustus mendatang,” urainya secara rinci.

Di akhir keterangannya, Meifrid mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mendukung keberlangsungan program strategis ini demi peningkatan konektivitas dan mutu fasilitas transportasi laut di Kepulauan Sangihe.

Ke depan, pihak pengelola pelabuhan juga berkomitmen untuk mengusulkan program rehabilitasi serupa di lokasi pelabuhan lain sesuai peruntukannya, sekaligus membuka peluang investasi bagi pihak swasta yang tertarik mengembangkan potensi di Pelabuhan Petta.

(OpMud)

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *