banner 728x250

Kunjungi Kampung Laotongan, Bupati dan Wakil Bupati Salurkan Bantuan Bersama Forkopimda

banner 120x600
banner 468x60

SANGHE , Elnusanews — Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait melakukan kunjungan kerja ke Kampung Laotongan, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, pada Senin (27/7/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor sekaligus menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat yang menjadi korban.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, bencana longsor melanda sejumlah titik di tiga kecamatan. Di Kecamatan Tabukan Selatan, Kampung Lesabe 1 mencatat 6 rumah rusak berat dan 1 rusak ringan; Kampung Lesabe mencatat 1 rumah rusak berat; serta Kampung Laotogang (Laotongan) mencatat 3 rumah rusak berat dan 3 rumah rusak ringan. Sementara itu, di Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Kampung Hangke mencatat 3 rumah rusak berat.

banner 325x300

​Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari mengapresiasi kesiapsiagaan dan inisiatif warga Kampung Lawotongan yang langsung mengungsi saat intensitas curah hujan tinggi, sehingga berhasil menghindari potensi korban jiwa.

​”Rumah dan barang-barang yang rusak bisa kita bangun dan beli kembali. Namun keselamatan jiwa serta kesehatan keluarga adalah anugerah utama yang wajib kita syukuri,” ujar Bupati di hadapan warga.

​Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Bupati menyoroti kondisi topografi Kampung Laotongan yang didominasi area perbukitan, sehingga ketersediaan lahan aman untuk pemukiman warga sangat terbatas. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau warga agar tidak kembali membangun hunian di titik rawan longsor.

​”Area yang terdampak tanah longsor sebaiknya tidak dihuni kembali. Rumah yang akan dibangun hendaknya dialihkan ke lokasi yang lebih aman,” tegasnya.

​Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab melalui dinas teknis dan badan terkait—termasuk di bawah koordinasi Asisten II—tengah melakukan pemetaan bantuan perbaikan rumah.

Bantuan yang diusulkan melalui APBD Perubahan maupun APBD tahun anggaran mendatang akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, mulai dari Rp10 juta, Rp15 juta, hingga Rp20 juta per unit rumah.

​Selain penanganan jangka panjang, Pemkab juga menyalurkan bantuan darurat berupa paket sembako, tikar, serta matras bagi warga terdampak. Kunjungan kerja ini turut melibatkan sejumlah instansi teknis untuk memberikan pelayanan langsung di lokasi, di antaranya, ​Dinas Kesehatan Menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
​Dinas Sosial, Menyediakan dapur umum dan logistik makanan.
​Dinas Pendidikan,Melakukan evaluasi sarana dan kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.

​”Kedatangan kami untuk membantu dan meringankan beban warga, bukan untuk merepotkan masyarakat maupun pemerintah setempat,” tambah Bupati.

​Di sela peninjauan, Bupati juga menyoroti kondisi sekolah setempat. Meski kondisi fisik ruang kelas dinilai masih cukup baik, terdapat penurunan jumlah peserta didik yang signifikan. Bupati menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan meski dengan jumlah siswa yang terbatas.

​Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya optimalisasi serta pemerataan pemanfaatan Dana Desa agar dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat Lawotongang, mulai dari kelompok nelayan, petani, hingga ibu rumah tangga.


​Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh warga Kampung Laotongan untuk terus menjaga semangat gotong royong, persatuan, dan saling membantu sesama warga pulau.

​Pemerintah Daerah juga mengingatkan agenda pemilihan Kapitalaung (Kepala Desa) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober mendatang. Bupati berharap seluruh proses pimpinan desa berjalan lancar demi melanjutkan prioritas pembangunan dan penanganan pascabencana di Kampung Laotongan.

Ditempat yang sama,Kapitalaung Kampung Laotongan, Alwik Lomboris, saat diwawancarai usai kegiatan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda yang telah datang langsung meringankan beban warga terdampak.

Dalam wawancaranya, Alwik Lomboris memaparkan sejumlah capaian program kerja yang telah direalisasikan menggunakan anggaran Dana Desa selama masa kepemimpinannya periode 2018–2026. Berbagai pembangunan fisik dan pemberdayaan telah berjalan, meliputi, Pembangunan Pustu Kampung dan gedung BUMDes, Pembangunan talud tebing desa serta jalan penghubung dari Lindongan 1 hingga Lindongan 3, Pembuatan drainase (gorong-gorong/railase) dan border pengaman abrasi, Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT)Bantuan alat tangkap nelayan, mesin katinting, peralatan tukang, serta bantuan rumah tangga.

Ia juga menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) saat ini aktif mengelola penyewaan alat pembuatan batako serta mengoperasikan perahu taksi transportasi rute Manalu–Laotongan dengan tarif pulang-pergi yang terjangkau sebesar Rp15.000.

Menyongsong pemilihan kapitalaung (Pilkades) mendatang di mana dirinya kembali maju sebagai bakal calon tunggal hingga penutupan pendaftaran, Alwik menyatakan komitmennya untuk menuntaskan program-program yang sempat tertunda akibat keterbatasan anggaran Dana Desa.

Beberapa program prioritas yang disiapkan menjadi program unggulan pada periode kedua mendatang antara lain, Penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat Kampung Laotongan, Kelanjutan pembangunan infrastruktur jalan penghubung desa, Perluasan bantuan berkelanjutan bagi nelayan, Pembangunan fasilitas rumah gilingan sagu guna menopang ketahanan pangan warga Laotongan.

(OpMud)

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *