MINSEL, Elnusanees.com- Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepala Sekolah dan Operator Sekolah dalam Rangka Percepatan Sinkronisasi Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Pengelolaan Aplikasi Rencana Anggaran Sekolah (ARKAS) se-Kabupaten Minahasa Selatan. Acara tersebut berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara.Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, S.H., dengan harapan para peserta tidak hanya menguasai teknis penggunaan Dapodik dan ARKAS, tetapi juga mampu memastikan penerapannya di satuan pendidikan masing-masing mendorong perencanaan dan tata kelola anggaran yang bertanggung jawab.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyampaikan apresiasi kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Utara beserta seluruh pihak yang telah bersinergi dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu pendidikan di daerah. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi tata kelola pendidikan yang menempatkan data dan teknologi digital sebagai dasar perencanaan, pengambilan keputusan, penganggaran, serta evaluasi pembangunan pendidikan.
Transformasi tersebut sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih berbasis digitalisasi. Implementasinya harus menjangkau satuan pendidikan melalui pemanfaatan Dapodik dan ARKAS sebagai instrumen untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang lebih efektif, transparan, akuntabel, terukur, dan berbasis data. Komitmen ini juga mendukung prioritas pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sains, teknologi, dan budaya yang berkepribadian Pancasila sebagai investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia.
Saat ini Kabupaten Minahasa Selatan memiliki 83 SMP dengan 8.247 peserta didik yang didukung sekitar 652 guru ASN. Data tersebut menegaskan pentingnya pemutakhiran Dapodik sebagai landasan penyusunan kebijakan yang tepat sasaran, sekaligus mendorong pemanfaatan ARKAS agar perencanaan dan penganggaran benar-benar berorientasi pada kebutuhan nyata sekolah. Dengan demikian, anggaran pendidikan diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru, pemenuhan kebutuhan peserta didik, mutu layanan pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar berfokus pada penyerapan anggaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara, Febry Dien, S.T., M.Inf.Tech. (Man).; Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan, Arthur Tumipa, M.Ed.; Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan, Marthen Wonseke, M.Pd.; serta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.
Turut hadir sebagai narasumber, Operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kabupaten Minahasa Selatan, Noldy Runtuwene, S.T., M.A.P.; dan Operator Manajemen Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) Kabupaten Minahasa Selatan, Fanly Kaligis, S.Pd. Adapun peserta pelatihan terdiri atas 83 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 83 operator Dapodik.


















