banner 728x250

Jeritan Warga Tapuang: Lima Hari Krisis Air Bersih, Perumda Ake’u Banua Masih ‘Buta’ Penyebabnya

banner 120x600
banner 468x60

SANGIHE , Elnusanews – Krisis air bersih melanda wilayah Kelurahan Tapuang, Kecamatan Tahuna Timur. Sudah lima hari terakhir, layanan distribusi air dari Perumda Air Minum Ake’u Banua mampet total, memaksa warga setempat menjerit dan memutar otak demi memenuhi kebutuhan hidup paling mendasar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perumda terkesan masih ‘buta’ dan belum berhasil mengidentifikasi secara pasti apa yang menjadi biang kerok tersumbatnya aliran air ke ratusan rumah pelanggan tersebut.

banner 325x300

Akibat kemacetan total ini, aktivitas harian warga lumpuh. Urusan dapur, mandi, hingga mencuci pakaian menjadi sangat sulit dilakukan. Sejumlah warga mengaku frustrasi karena harus menguras tenaga dan biaya ekstra untuk memburu sumber air alternatif.

“Kami sangat menderita. Air adalah kebutuhan pokok. Kalau sudah lima hari mati total seperti ini, mau tidak mau kami harus mencari air ke tempat lain yang jaraknya lumayan jauh. Kami minta Perumda jangan lambat bergerak,” keluh salah satu warga Tapuang dengan nada kecewa.

Merespons jeritan pelanggan, Direktur Perumda Air Minum Ake’u Banua, Teguh Prahara Salainti, angkat bicara. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (1/8/2026), Teguh membenarkan adanya kendala teknis tersebut dan mengklaim telah mengerahkan tim ke lapangan.

“Kami sudah menerima keluhan tersebut dan langsung menyampaikannya kepada petugas lapangan. Memang saat ini distribusi air di Kelurahan Tapuang mengalami gangguan berat,” kata Teguh.

Kendati demikian, Teguh mengakui bahwa hingga kini tim teknis masih meraba-raba titik kerusakan. Luasnya jaringan pipa membuat penelusuran berjalan lambat.

“Berdasarkan laporan yang saya terima hingga tadi malam, petugas masih terus melakukan penelusuran di sepanjang jalur. Kami masih mencari penyebab pastinya, apakah ada pipa utama yang bocor atau terjadi penyumbatan di dalam tanah,” akunya.

Ia menambahkan, proses pelacakan ini membutuhkan ketelitian tinggi karena petugas harus memeriksa pipa secara manual satu per satu. Pihaknya berjanji akan mempercepat proses penanganan agar hak masyarakat mendapatkan air bersih bisa segera terpenuhi.

Di sisi lain, masyarakat Tapuang mendesak agar Perumda Air Minum Ake’u Banua memperbaiki sistem komunikasi publik mereka. Warga menuntut transparansi dan meminta manajemen tidak hanya fokus memperbaiki pipa, tetapi juga aktif memberikan pembaruan informasi (update) secara berkala mengenai estimasi waktu normalisasi.

 

(OpMud)

Loading

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *