SANGIHE , Elnusanews — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe bergerak cepat memperjuangkan nasib warga terdampak bencana. Langkah “jemput bola” dilakukan langsung oleh jajaran eksekutif dan legislatif Sangihe dengan menyambangi Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis (27/08/2026).
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe ini menyertakan Pimpinan dan Anggota DPRD, Penjabat (Pj) Sekda selaku ex-officio Kepala BPBD, serta Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sangihe. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen Pemerintah Pusat yang selama ini telah menyokong daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan BNPB melalui bantuan hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Tahun 2024. Kami juga melaporkan bahwa seluruh pekerjaan fisik dari bantuan tersebut telah rampung 100 persen,” ujar Bupati.
Meski demikian, tantangan baru kini dihadapi oleh wilayah kepulauan tersebut. Bupati menyerahkan langsung proposal usulan bantuan baru untuk penanganan rumah warga yang rusak akibat rentetan bencana alam, termasuk gempa bumi berkekuatan 7,7 SR, serta bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang.
Bupati tak menampik bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam mempercepat pemulihan pascabencana secara mandiri.
“Dengan keterbatasan fiskal daerah, kami sangat berharap dukungan Pemerintah Pusat melalui BNPB untuk membantu masyarakat yang terdampak. Jika bantuan ini terealisasi, Pemerintah Daerah siap mengawal dan melaksanakannya secara akuntabel, sesuai Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan Juknis (Petunjuk Teknis) yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan BNPB,” tegas Bupati.
Respons positif langsung datang dari pihak BNPB. Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, memastikan bahwa pihaknya akan mengawal usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa proposal perbaikan rumah warga akibat gempa dan bencana hidrometeorologi di Sangihe akan ditangani secara intensif oleh Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Langkah taktis Pemkab Sangihe ini menegaskan komitmen daerah yang terus bergerak tanpa henti demi memperjuangkan pemulihan ruang hidup, kelayakan hunian, serta keselamatan masyarakat yang menjadi korban bencana.
(OpMud)


















